Berakhir Pekan di Sukabumi yang Kaya akan Pesona

Belum lama ini aku liburan singkat ke satu kota yang sejuk banget. Kalau sebelumnya aku pernah membahas liburan singkat ke Bogor, kali ini aku liburan ke kota yang tidak jauh dari Bogor. Udaranya yang sejuk dan nuansanya yang damai membuat aku merasakan ketenangan yang berbeda dari keseharian ibukota.

Ada yang bisa menebak? Padahal melihat judul pun sudah ketahuan ya. Iya betul banget, Sukabumi. Ternyata Sukabumi merupakan salah satu daerah yang kaya dengan potensi wisata. Karena alasan itulah aku tertarik mengunjungi kota yang berjarak 120 kilometer dari Jakarta ini. Hmm, seperti apa ya keseruan liburan singkat aku kali ini?

Menuju Sukabumi

Naik apa enaknya kalau ke Sukabumi? Kalau kendaraan pribadi dari Jakarta, berkisar 4 – 5 jam perjalanan dalam kondisi normal. Aku sendiri sih lebih suka menggunakan kendaraan publik, apalagi Sukabumi termasuk mudah dijangkau dengan transportasi publik.

Kalau dari Jakarta, bisa naik KRL sampai Bogor. Dari Stasiun Bogor, ada Kereta Pangrango dengan tiga kali keberangkatan (07.50, 13.10, dan 18.30) setiap harinya. Waktu tempuh sekitar 2 jam, dengan tarif mulai dari Rp20.000 untuk kelas ekonomi dan Rp50.000 untuk kelas eksekutif.

Sayangnya Kereta Pangrango termasuk sering penuh. Aku pun sampai kehabisan tiket waktu cek pembelian di salah satu channel pemesanan tiket KAI. Tidak perlu khawatir sih, karena ada kendaraan umum kok dari Terminal Bogor sampai Sukabumi. Memang lebih lama waktu tempuhnya, tapi namanya sudah ingin banget liburan ya dijabanin deh.

Yuhuu jadi deh ke Sukabumi!

Sukabumi, Lama Tidak Berjumpa

Karena tidak dapat tiket kereta, aku jadi lebih fleksibel menentukan jadwal perjalanan. Demi bisa menikmati Sukabumi dengan puas sedari pagi, aku pun mengupayakan agar bisa memulai liburanku di Sukabumi sepagi mungkin. Karena ada banyak banget yang ingin aku tuju.

Baru juga sampai, langsung mau kulineran hehehe.

Kulineran apa yaa kita?

Sesampai di Sukabumi aku langsung mengarahkan tujuan untuk kulineran. Maklum, perut lapar karena sudah masuk waktu sarapan. Bergegas aku menuju Bubur Ayam Bunut yang berlokasi di Jalan Siliwangi. Kalau untuk transportasi dalam kota, di Sukabumi sudah terdapat transportasi daring. Sehingga memudahkan banget aku mau pergi kemana-mana. Sebenarnya ada banyak angkot bersliweran, tapi khawatir tersesat jadilah transportasi daring sebagai andalan.

Liburan itu, Ya Kulineran Ya Jalan-Jalan

Sesampai di Bubur Ayam Bunut, ternyata tempatnya seperti rumahan. Segera aku masuk dan wah sudah ramai meski jam baru menunjukkan pukul 7 pagi. Tersedia tempat makan lesehan dan kursi, tinggal kita memilih mau makan dimana. Aku pun duduk di lesehan dan memesan menu bubur ayam spesial. Hmm, sekitar Rp20.000 per porsi. Lumayan mahal untuk semangkuk bubur, tapi dari segi rasa boleh banget dicoba.

Teh Tarik dengan Rempah

Bubur Ayam Bunut Spesial, nyam! 😋

Bisa lesehan juga loh

Kenyang makan bubur, lanjut kemana ya? Aku sih sudah punya tujuan, yakni ke Situ Gunung yang terdapat di kaki Gunung Gede. Karena mau wisata yang memanjakan mata, tapi tidak mau jauh-jauh dari kota.

Dari Bubur Ayam Bunut di Jalan Siliwangi aku memesan taksi daring menuju Situ Gunung. Ongkosnya sekitar Rp40.000an saja untuk jarak tempuh 14.3 km. Perjalanan pun tidak terlalu lama, sekitar kurang dari setengah jam aku sudah sampai di pintu masuk Situ Gunung.

Dikenakan biaya masuk Rp18.500 per orang, dari pintu masuk aku berjalan kaki sekitar 1 km untuk sampai di Situ Gunung’s Lake alias Danau Situ Gunung. Loh bukannya situ itu danau ya? Entahlah hehehe.

Danaunya luas dan asri banget dikelilingi hijau pepohonan. Saat aku sampai sana sih masih sepi, tapi tidak lama mulai ramai dikunjungi rombongan keluarga yang hendak piknik. Memang asyik sih nge-botram di sini. Kalau mau lebih puas menikmati danau, bisa naik rakit atau getek. Biayanya dulu sih Rp15.000 per orang, aku gak sempat mencoba karena sudah merasa cukup di pinggiran saja.

Dari Danau Situ Gunung, aku berjalan lagi menuju jembatan gantung yang lagi nge-hits. Lumayan perjuangannya, dan aku pun menyerah. Memilih naik ojek sampai ke jembatan. Tarifnya, Rp20.000 per orang. Lumayan daripada kecapekan terus tepar, nanti enggak ada yang kuat menggotong badan aku kan.

Sayangnya jembatan ini masih ditutup oleh pengelola, tapi ya aku tidak kehilangan akal untuk mendapatkan foto terbaik selagi di sini. Setelah mencoba mengambil foto dari pelbagai sudut, akhirnya dapat deh satu foto yang lumayan banget hasilnya. Puas? Kurang sih tapi bolehlah nanti ke Situ Gunung lagi untuk beneran naik jembatannya.

Setelah dari jembatan aku sebenarnya masih ingin melanjut wisata ke Curug Sawer yang dapat dicapai dari area Situ Gunung. Jalannya lumayan jauh sih, badan yang jarang olahraga ini pun sudah merengek meminta istirahat. Apa boleh buat, ditunda dulu eksplor lebih jauhnya.

Selain Situ Gunung, beberapa wisata alam yang mudah dijangkau dari Kota Sukabumi adalah Selabintana, Pondok Halimun, Goa Buniayu, Gunung Kayu Damar, Sungai Citarik, dan masih banyak wisata lainnya. Sukabumi memang kaya banget dengan potensi wisata, termasuk Geopark Ciletuh yang belum lama ini dikunjungi oleh Presiden Jokowi. Sebenarnya Geopark Ciletuh termasuk yang direkomendasikan banget, tapi waktu tempuh sekitar 3 – 4 jam dari Kota Sukabumi tentu belum cocok buat aku yang memang hanya satu malam di kota ini.

Selain wisata alam, Sukabumi juga kaya akan wisata kuliner. Selain Bubur Ayam Bunut yang menjadi tempat sarapan aku pagi tadi, ada Sekoteng Singapore yang aku coba mampir pada malam hari. Rasanya memang sedikit lebih enak dari sekoteng lainnya, wajar saja ramai meski semangkuk kecil dihargai Rp12.000. Di dekat Sekoteng Singapore ada Bandros Atta yang juga terkenal. Buka dari malam sampai pukul 5 pagi seharusnya, sayangnya saat aku ke Sukabumi kemarin sedang tutup. Gagal deh mencoba bandros yang hits di Sukabumi ini.

Namanya liburan lebih puas kalau sekalian bermalam di Sukabumi. Apalagi di Sukabumi sudah ada hotel yang terkenal kuat mengusung konsep Indonesian Home. Tidak lain adalah Hotel Santika Sukabumi yang menjadi rumah aku selama liburan singkat kali ini.

Santika Sukabumi

Memesan kamar di Santika Sukabumi itu asyik dan mudah. Apalagi kalau kita memesan langsung melalui www.santika.com karena ada pelbagai keuntungan yang bisa kita dapat. Detail gambaran fasilitas hotel sangat jelas aku dapatkan. Pembayaran di hotel pun bisa dilakukan.

Lokasi Santika Sukabumi sendiri berada di Jalan Bhayangkara, tidak jauh dari Sekolah Pembentukan Perwira. Hanya 5 menit dari Stasiun Sukabumi dan mudah juga mengakses ke terminal bus. Akses dari dan ke Jakarta atau Bandung jadi gampang.

Strategisnya lokasi ditambah keramahan dan kehangatan khas Indonesia, sehingga wajar aku memilih Hotel Santika Sukabumi. Apalagi fasilitas lengkap dan kamar yang nyaman banget, mengobati kelelahan yang dirasakan selesai jalan-jalan.

Kamar – Kamar Santika Sukabumi

Liburan sendiri atau bersama keluarga, kamarnya cocok banget di Hotel Santika Sukabumi. Tersedia 88 kamar yang kesemuanya memanjakan tamu. Masing-masing kamar memiliki fasilitas TV kabel dengan saluran lokal dan internasional, minibar, teko pemanas air dengan kopi/teh, safe deposit box, dan tempat tidur King Koil yang sudah terkenal kenyamanannya.

Bayangkan saja deh, sehabis lelah berjalan-jalan lalu menemukan kamar senyaman ini pasti terasa seperti surga. Apalagi masing-masing kamarnya mempunyai jendela lebar yang membuat aku bisa memanjakan mata dengan pemandangan Sukabumi.

Asyik juga nih kalau sehabis jalan-jalan lalu mandi air panas dengan shower yang airnya mengalir deras. Lalu merebahkan di King Koil sembari menonton TV kabel atau berselancar di dunia maya. Kecepatan internet rata-rata 10 Mbps sangat memanjakan aku yang hobi menonton streaming. Mantap!

Di Santika Sukabumi tersedia pelbagai tipe kamar yang siap memenuhi kebutuhan liburan kita. Ada Superior, Deluxe, Executive, dan Suite.

Fasilitas Berkelas

Banyak hotel yang mencantumkan kelasnya bintang 3 tetapi tidak terasa bintang 3 sama sekali. Malah tidak berbeda dengan hotel budget. Pernah menemukan hotel demikian?

Beruntung aku memilih Santika Hotel yang sudah terjamin banget pelayanan, kenyamanan, dan berkelas. Meskipun Hotel Santika Sukabumi adalah hotel bintang tiga, tetapi fasilitas dan pelayanan yang diberikan sangat sesuai standar hotel berbintang. Bahkan kalau dari segi pelayanan, Santika Hotel selalu memberikan pelayanan berkelas bintang lima. Kalimat Hospitality from The Heart dan Indonesian Home benar-benar terasa diaplikasikan di masing-masing hotelnya. Termasuk di Hotel Santika Sukabumi tempat aku bermalam ini.

Tersedia pool yang cukup luas untuk bermain air bersama keluarga. Tersedia pula pool anak, sehingga tidak perlu khawatir bagi si kecil yang masih belajar berenang. Handuk pun disediakan, tidak perlu membawa dari kamar.

Selain itu ada meeting room dengan kapasitas bisa sampai 200 orang. Fasilitas MICE memang menjadi andalan dari Santika Sukabumi, terlihat dari banyaknya meeting room memadai yang tersedia.

Bicara kebugaran, fasilitas gym dan spa pun segera disiapkan. Hotel yang baru dibuka 14 Maret 2018 ini memang masih belum menyediakan, tetapi fasilitas kebugaran segera tersedia melengkapi kolam renang yang sudah siap sebelumnya.

Oh iya, kalau menginap di Hotel Santika Sukabumi pada malam Minggu, bisa ke CFD Sukabumi loh keesokan paginya. Lumayan rame dan jadi bisa kulineran jajanan murah meriah yang menarik. Sekaligus jadi mencoba CFD selain di Jakarta dan Bandung. Asyiknya lagi, belanja oleh-oleh sangat mudah kalau bermalam di Hotel Santika Sukabumi. Karena ke Mochi Lampion yang legendaris itu, cukup 5 menit berjalan kaki. Asyik banget gak sih?

Edelweiss Restaurant

Kalau ingin menikmati aneka menu di Hotel Santika Sukabumi, ada Edelweiss Restaurant yang siap sedia menyediakan aneka makanan. Baik untuk makan pagi, makan siang, makan malam, sampai sekadar cemilan.

Restorannya pun nyaman, berkelas, dan elegan. Hebatnya seluruh staf yang aku temui sangat ramah. Senantiasa memberikan sapaan dengan senyuman, bahkan mengantarkan aku sampai ke kursi dan meja makan. Seperti aku bilang kan, pelayanannya sempurna.

Menu yang tersedia pun beragam pilihan, mulai dari makanan Barat, Asia, sampai masakan lokal khas Nusantara pun ada. Jadi bertambah kan wisata kulinernya, tidak hanya di sekitaran kota tetapi juga di Hotel Santika Sukabumi.

Untuk sarapan, tersedia dari pukul 6 – 10 pagi. Konsep buffet all you can eat dengan pilihan menu yang sangat banyak. Mau aneka roti dan sereal, sup/laksa, aneka olahan telur, makanan menu utama, nasi uduk, sampai cemilan khas tanah Sunda.
Benar-benar termanjakan lidah saat bermalam di Hotel Santika Sukabumi. Ditambah restoran yang nyaman membuat aku betah berlama-lama.

Puas Liburan, Kembali dengan Senyuman

Meski hanya satu malam, tapi aku sudah mendapatkan kepuasan dari liburan ke Sukabumi kali ini. Namanya liburan singkat, jadi waktunya pun tidak banyak. Sehingga benar-benar memerlukan akomodasi yang tepat, dan benar banget lagi-lagi Santika Hotels adalah jawaban tepat untuk akomodasi liburan.

Apalagi ada pemesanan yang mudah dan menguntungkan di santika.com. Mulai dari metode pembayaran yang beragam, keuntungan saat pemesanan, sampai info yang lengkap terkait hotel dan kota yang dikunjungi pun tersedia. Sehingga aku bisa tepat menyusun agenda liburan.

Puas liburannya, semakin cinta deh dengan Indonesia yang benar-benar kaya. Apalagi di Hotel Santika Sukabumi yang sangat memperlihatkan kekayaan dan keramahan khas Indonesia. INDONESIAN HOME.

Jadi kapan nih kamu ada rencana ke Sukabumi?

Hotel Santika Sukabumi

Jln. Bhayangkara no. 28 Sukabumi Jawa Barat 43121

T : +62 266 6225 000
E : sukabumi@santika.com

2 Comments
  1. May 5, 2018
    • May 5, 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: